Wednesday, February 27, 2013

Artikel Buah Durian


Durian adalah nama tumbuhan trois yang berasal dari Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit), dan durian adalah buah yang kontroversial. Meskipun banyak yang menyukainya, sebagian yang lain muak dengan aromanya.
Sesungguhnya, tumbuhan dengan nama durian bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari marga Durio.[1] Namun demikian, yang dimaksud dengan durian (tanpa imbuhan apa-apa) biasanya adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasar tempatan di Asia Tenggara di antaranya adalah lai (D. kutejensis), kerantungan (D. oxleyanus), durian kura-kura atau kekura (D. graveolens), serta lahung (D. dulcis). Untuk selanjutnya, uraian di bawah ini
Nama-nama lokal
Terdapat banyak nama lokal. Nama terbanyak ditemukan di Kalimantan, yang mengacu pada berbagai varietas dan spesies yang berbeda. Durian di Jawa dikenal sebagai duren (bahasa Jawa, bahasa Betawi) dan kadu (bahasa Sunda). Di Sumatera dikenal sebagai durian dan duren (bahasa Gayo). Di Sulawesi, orang Manado menyebutnya duriang, sementara orang Toraja duliang. Di Pulau Seram bagian timur disebut rulen.[2]
Penyebaran
Pusat keanekaragaman durian adalah Pulau Kalimantan. Daerah-daerah sekitarnya juga memilki beberapa plasma nutfah durian, seperti Mindanao, Sumatera, dan Semenanjung Malaya meskipun tidak semelimpah Kalimlantan. Meskipun demikian, pengekspor utama durian adalah Thailand, yang mampu mengembangkan kultivar dengan mutu tinggi dan sistem budidaya yang baik. Tempat lain yang membudidayakan durian dengan orientasi ekspor adalah Mindanao di Filipina, Queensland di Australia, Kamboja, Laos, Vietnam, India, dan Sri Lanka.
Di Filipina, pusat penghasil durian adalah di daerah Davao di Pulau Mindanao. Festival Kadayawan merupakan perayaan tahunan untuk durian di Davao City.
Pemerian morfologi
Pohon tahunan, hijau abadi (pengguguran daun tidak tergantung musim) tetapi ada saat tertentu untuk menumbuhkan daun-daun baru (periode flushing atau peronaan) yang terjadi setelah masa berbuah selesai. Tumbuh tinggi dapat mencapai ketinggian 25–50 m tergantung spesiesnya,[3] pohon durian sering memiliki banir (akar papan). Pepagan (kulit batang) berwarna coklat kemerahan, mengelupas tak beraturan. Tajuknya rindang dan renggang.
Daun berbentuk jorong hingga lanset, 10-15(-17) cm × 3-4,5(-12,5) cm; terletak berseling; bertangkai; berpangkal lancip atau tumpul dan berujung lancip melandai; sisi atas berwarna hijau terang, sisi bawah tertutup sisik-sisik berwarna perak atau keemasan dengan bulu-bulu bintang.[4]
Bunga (juga buahnya) muncul langsung dari batang (cauliflorous) atau cabang-cabang yang tua di bagian pangkal (proximal), berkelompok dalam karangan berisi 3-10 kuntum berbentuk tukal atau malai rata. Kuncup bunganya membulat, sekitar 2 cm diameternya, bertangkai panjang. Kelopak bunga bentuk tabung sepanjang lk. 3 cm, daun kelopak tambahan terpecah menjadi 2-3 cuping berbentuk bundar telur. Mahkota bentuk sudip, kira-kira 2× panjang kelopak, berjumlah 5 helai, keputih-putihan. Benang sarinya banyak, terbagi ke dalam 5 berkas; kepala putiknya membentuk bongkol, dengan tangkai yang berbulu.[4] Bunga muncul dari kuncup dorman, mekar pada sore hari dan bertahan hingga beberapa hari. Pada siang hari bunga menutup. Bunga ini menyebarkan aroma wangi yang berasal dari kelenjar nektar di bagian pangkalnya untuk menarik perhatian kelelawar sebagai penyerbuk utamanya.[5] Kajian di Malaysia pada tahun 1970-an menunjukkan bahwa penyerbuk durian adalah kelelawar Eonycteris spelaea. Penelitian tahun 1996 lebih jauh menunjukkan bahwa hewan lain, seperti burung madu Nectariniidae dan lebah turut serta dalam penyerbukan tiga kerabat durian lainnya.[3][6]
Bunga durian, keluar langsung dari batang/cabang secara berkelompok
Buah durian bertipe kapsul berbentuk bulat, bulat telur hingga lonjong, dengan panjang hingga 25 cm dan diameter hingga 20 cm.[4] Kulit buahnya tebal, permukaannya bersudut tajam ("berduri", karena itu disebut "durian", walaupun ini bukan duri dalam pengertian botani), berwarna hijau kekuning-kuningan, kecoklatan, hingga keabu-abuan.Buah berkembang setelah pembuahan dan memerlukan 4-6 bulan untuk pemasakan. Pada masa pemasakan terjadi persaingan antarbuah pada satu kelompok, sehingga hanya satu atau beberapa buah yang akan mencapai kemasakan, dan sisanya gugur. Buah akan jatuh sendiri apabila masak. Pada umumnya berat buah durian dapat mencapai 1,5 hingga 5 kilogram, sehingga kebun durian menjadi kawasan yang berbahaya pada masa musim durian. Apabila jatuh di atas kepala seseorang, buah durian dapat menyebabkan cedera berat atau bahkan kematian.
Setiap buah memiliki lima ruang (awam menyebutnya "kamar"), yang menunjukkan banyaknya daun buah yang dimiliki. Masing-masing ruangan terisi oleh beberapa biji, biasanya tiga butir atau lebih, lonjong hingga 4 cm panjangnya, dan berwarna merah muda kecoklatan mengkilap. Biji terbungkus oleh arilus (salut biji, yang biasa disebut sebagai "daging buah" durian) berwarna putih hingga kuning terang dengan ketebalan yang bervariasi, namun pada kultivar unggul ketebalan arilus ini dapat mencapai 3 cm. Biji dengan salut biji dalam perdagangan disebut ponggè. Pemuliaan durian diarahkan untuk menghasilkan biji yang kecil dengan salut biji yang tebal, karena salut biji inilah bagian yang dimakan. Beberapa varietas unggul menghasilkan buah dengan biji yang tidak berkembang namun dengan salut biji tebal (disebut "sukun").
Keanekaragaman
Durian sangat beraneka ragam. Sebagaimana disebut di muka, beberapa spesies selain durian benar (D. zibethinus) juga dianggap sebagai durian. Di Indonesia tercatat ada 20 spesies anggota Durio (dari hampir 30-an jenis), sembilan di antaranya dapat dimakan.[7][3] Durian yang benar pun memiliki banyak variasi. Lembaga penelitian di Indonesia, Malaysia, dan Thailand telah merilis berbagai kultivar durian unggul. Selain itu terdapat pula ras-ras lokal yang dikenal baik namun belum mengalami tahap seleksi untuk meningkatkan kualitasnya.
Kandungan dan Manfaat Buah Durian-  Salah satu buah yang sangat digemari oleh banyak orang adalah durian. Selain karena rasanya yang sangat lezat dan aromanya yang harum, ternyata buah durian merupakan salah satu makanan sehat           karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Kata orang, durian berbahaya karena dapat menyebabkan peningkatan kolesterol dalam darah. Namun, beruntunglah mereka yang menggemari dan tidak berpantang makan King of Fruits itu. Sebab durian sangatlah bergizi. Buah itu mengandung vitamin B, C, E dan zat besi.

Tidak hanya pada daging buahnya saja, tetapi juga pada kulit dan daunnya. Namun tidak banyak orang mengetahuinya, bahkan kadangkala mereka menganggap durian adalah buah yang dapat menyebabkan penyakit. Pendapat mereka itu tidak sepenuhnya salah, karena makan buah durian dapat

meningkatkan tekanan darah. Selain itu kadar kolest



Banyak kegunaan durian untuk kesehatan. Selain mengandung vitamin-vitamin di atas, kegunaan lain durian seperti:
Ekstrak kulit dan buah dapat digunakan untuk mengobati bengkak dan penyakit kulit.
Bertentangan dengan kepercayaan populer, durian justru membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Durian juga berfungsi sebagai pembersih darah.
Durian mengandung banyak asam amino triptofan, yang gunanya untuk mengurangi rasa gelisah, depresi dan mengobati insomnia.
Makan durian juga menimbulkan rasa bahagia karena buah ini meningkatkan kadar serotonin dalam otak.
Durian mengandung banyak protein lembut, yang memungkinkan untuk dikonsumsi oleh mereka yang ingin membentuk otot.
Durian juga adalah afrodisiak kelas wahid.
Juga direkomendasikan sebagai sumber lemak mentah.
Dapat mengatasi anemia karena durian kaya akan asam folat dan zat besi.
Dapat mengatasi sembelit karena durian banyak mengandung serat. Selain itu kulit durian yang dilumatkan dan dioleskan ke perut dapat memudahkan buang air besar.
Menghambat penuaan dini karena mengandung vitamin C sebagai antioksidan.
Meningkatkan tekanan darah yang rendah karena mengandung zat besi dan sifatnya yang panas.
Mengatasi bengkak.
Mengobati penyakit ruam pada kulit (kurap).
Baik untuk kesehatan tulang dan persendian karena mengandung kalsium, potasium, dan berbagai vitamin B.
Kandungan mangaan dapat menjaga kestabilan kadar gula dalam darah.
Kulit durian yang dibakar lalu dijadikan abu, airnya dapat melancarkan haid, tetapi juga bersifat abortif.
Buahnya dapat sebagai obat penyakit kuning.
Meningkatkan nafsu makan karena mengandung niasin dan thiamin.
Riboflavin (vitamin B2) dapat membantu mengatasi migrain.
Memelihara kesehatan tiroid karena kandungan tembaganya.
Dapat mengurangi stres dan depresi karena kandungan piridoksin (B6).
Baik untuk kesehatan gigi karena mengandung fosfor (P).
Kulit buah durian dapat digunakan sebagai pengusir nyamuk.
Akar dan air seduhan daun durian dapat sebagai antipiretik.
Akarnya dapat untuk mengobati infeksi pada kuku.Walau punya banyak fungsi, bukan berarti kita harus mengonsumsi buah ini dalam jumlah yang berlebih. Semua ada takarannya. Wanita hamil dan orang yang menderita hipertensi tidak dianjurkan untuk makan durian.
Sebenarnya mengonsumsi 100 gram durian pun sudah cukup. Sebab, dalam 100 gram itu saja sudah relatif banyak gizi yang kita peroleh.

Durian


Buah Durian (Durio Zibethinus Murr) Selain rasa yang lezat dan aroma yang harum, ternyata buah durian memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya pada daging buahnya, tetapi juga pada kulit dan daunnya. Namun perlu di ingat juga bahwa makan buah durian dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu kadar kolesterol dalam durian juga cukup tinggi.

Tetapi durian merupakan makanan sehat yang baik untuk tubuh jika dimakan tanpa berlebihan. Di dalam daging buah durian mengandung banyak sekali zat gizi, di antaranya adalah karbohidrat, lemak, protein, serat, kalsium (Ca), fosfor (P), asam folat, magnesium (Mg), potasium/kalium (K), zat besi (Fe), zinc, mangaan (Mn), tembaga (Cu), karoten, vitamin C, thiamin, niacin, dan riboflavin. Durian juga mengandung gula yang cukup banyak serta sifatnya panas sehingga penderita diabetes dan ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi durian.

Fosfor dan zat besi yang terdapat dalam durian ternyata 10 kali lebih banyak daripada buah pisang. Kandungan gizi tiap 100 gram buah durian adalah 67 gram air, 2,5 gram lemak, 28,3 gram karbohidrat, 1,4 gram serat, 2,5 gram protein, dan menghasilkan energi sebesar kurang lebih 520 kJ.


Manfaat buah :
Meningkatkan tekanan darah yang rendah karena mengandung zat besi dan sifatnya yang panas.
Menghambat penuaan dini karena mengandung vitamin C sebagai antioksidan.
Dapat mengatasi sembelit karena durian banyak mengandung serat.
Dapat mengatasi anemia karena durian kaya akan asam folat dan zat besi.
Mengobati penyakit ruam pada kulit (kurap) dan dapat mengatasi bengkak.
Baik untuk kesehatan tulang dan persendian karena mengandung kalsium, potasium, dan berbagai vitamin B.
Kandungan mangaan dapat menjaga kestabilan kadar gula dalam darah.
Buahnya dapat sebagai obat penyakit kuning.
Meningkatkan nafsu makan karena mengandung niasin dan thiamin.
Riboflavin (vitamin B2) dapat membantu mengatasi migrain.
Memelihara kesehatan tiroid karena kandungan tembaganya.
Dapat mengurangi stres dan depresi karena kandungan piridoksin (B6).
Baik untuk kesehatan gigi karena mengandung fosfor (P).
Diyakini sebagai afrodisiak.

Manfaat Biji :

Biji durian bisa dimakan sebagai camilan setelah direbus atau dibakar, atau dicampurkan dalam kolak durian. Biji durian yang mentah beracun dan tak dapat dimakan karena mengandung asam lemak siklopropena . Biji durian mengandung sekitar 27% amilosa.


Manfaat Akar :

Beberapa bagian tumbuhan durian terkadang dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional. akarnya dimanfaatkan sebagai obat demam.


Manfaat Daun :

Kuncup daun (pucuk), mahkota bunga, dan buah yang muda dapat dimasak sebagai sayuran.
Daunnya, dicampur dengan jeringau,digunakan untuk menyembuhkan cantengan atau infeksi pada kuku.


Manfaat Kulit :

Obat sakit perut
Siapkan kulit durian dan bersihkan. Selanjutnya kulit durian tersebut kita lumatkan, bisa dengan cara ditumbuk atau juga diblender, yang penting kulit durian tersebut menjadi lumat. Setelah itu lumatan kulit durian tersebut, kita tempelkan keperut kita yang sakit dan biarkan sampai sakitnya berkurang atau sampai lumatan kulit durian tersebut menjadi kering.
Selain itu kulit durian tersebut yang sudah kita lumatkan juga bisa digunakan untuk mengobati sembelit atau susah buang air besar, cara mengunakannya juga sama seperti cara mengobati sakit perut alami diatas.

Obat Bisul :
Siapkan kulit durian secukupnya dan cuci bersih. Bakar kulit durian tersebut sampai menjadi arang dan berwarna hitam (ingat jadi arang bukan jadi abu). Setelah itu arang kulit durian tersebut kita tumbuk sampai halus seperti bubuk kopi. Setelah menjadi bubuk kopi kulit durian kita taburkan kebisul kita, dan lakukan dua kali sehari.

Menjadikan batu baterai :
Untuk membuat baterai :
Kupas dahulu kulit durian, pilih yang bagian putihnya
Tumbuk hingga halus
Setelah halus, ambil baterai. Nah disini syaratnya menggunakan baterai bekas dan kedua elemen baterai yang lain yaitu karbon dan seng dalam kondisi baik tidak berkarat.
Buang arang dalam baterai
Masukan kulit durian yang ditumbuk tadi
Tutup kembali baterai tersebut
sekarang Cek dengan AVO meter, maka akan menunjukan seperti baterai pada umumnya.
Baterai cap kulit durian ini mampu bertahan selama 5 jam. Lumayan kan… sudah enak makan durian….bisa buat baterai lagi……

Menghilangkan bau durian di tangan :
Caranya cukup mudah. Kulit durian bagian dalam (tempat durian/isinya yang  kita makan) bentukny kan cekung ? Nah kasih air putih disitu kemudian cuci tangan kita dengan air tersebut. Mencucinya seperti mengadung-aduk airnya ( agar zat-zat dalam kulit durian bercampur dengan air yang kemudian akan menetralkan baunya).

Pupuk organik :
Alen Salvo Pratomo, siswa SMA N 1 Sawahlunto berhasil membuat pupuk organik dari limbah kulit durian sekaligus menjuarai lomba karya ilmiah yang diadakan Badan Lingkungan Hidup Kota dalam rangka hari lingkungan hidup 5 Juni 2011.
Alen mengatakan, pemilihan kulit durian sebagai karya ilmiahnya dikarenakan kulit durian kaya akan serat akan mampu menjadi resapan air, sehingga dapat menahan air untuk jangka waktu yang lama.
Menurut Alen, dari hasil uji coba, tumbuhan yang di beri pupuk organik dari limbah kulit durian mampu bertahan, meski beberapa minggu tidak disirami air.
Caranya : Kulit durian tersebut di rebus dulu, setelah direbus lalu dijemur, selanjutnya ditumbuk dan dicampur dengan tanah, dan siap untuk dijadikan sebagai pupuk organik yang membuat tanaman menjadi subur dan tahan tanpa disiram dengan air.

Kertas Kulit Durian :
Bagi yang ingin mencoba, berikut ini tahap-tahap proses pengolahannya:
Cuci kulit durian dengan air bersih, lalu rendam selama 30 menit dalam 20 liter air yang telah diberi 1 gram kalium permanganat;
Iris kulit durian tersebut kecil-kecil;
Cabik-cabik kertas koran hingga ukuran kecil, lalu rendam dalam air selama 24 jam;
Dalam proses selanjutnya, dipergunakan 1,75 kg kulit durian dan 0,25 kg kertas koran sehingga rasio berat kulit durian dan kertas koran 7:1;
Rebus kulit durian dalam 4 liter selama satu jam lalu dibiarkan mendingin;
Masukkan kulit durian rebus dan rendaman kertas koran dalam tangki berisi 40 liter air mendidih, lalu aduk rata.
Tuangkan bubur kertas pada tapisan nylon no.16 yang berbingkai kayu, sebar seratnya dan diratakan secara konsisten di seluruh permukaan tapisan [ketebalan dan kerapian permukaan kertas akan bergantung pada keterampilan orang yang melakukan penataan];
Jemur tapisan yang telah diolesi bubur kertas itu di bawah sinar matahari selama 5 jam;
Angkat/lepas kertas yang sudah kering dari tapisan;
Sebelum digunakan, kertas yang diperoleh disimpan di tempat yang kering;
Bersihkan Tumpahan Minyak di Pantai :
Dr S. Kathiresan dari AIMST University mengatakan, Sifat menyerap pada kulit durian bisa digunakan untuk membersihkan tumpahan minyak di daerah pantai yang mengakibatkan dampak negatif, bukan saja terhadap seluruh makhluk laut, tapi juga terhadap aktivitas ekonomi manusia. Kulit durian yang notabene merupakan sampah pertanian memiliki potensi komersil besar dikarenakan efisiensinya dalam menyerap minyak, efektif secara finansial ditambah sifat biodegradasinya.
Pengetahuan ini didapatnya melalui eksperimen sederhana dengan menggunakan kulit durian yang dicuci selama beberapa kali dengan air keran untuk membersihkan kotoran maupun daging buah yang tersisa. Setelah itu, kulit durian digiling menjadi bubuk dan dimodifikasi menggunakan beberapa bahan kimia.Saat ini, serat sintetik, khususnya polypropylene dan polyurethane, adalah bahan yang digunakan untuk membersihkan tumpahan minyak. Sayangnya, bahan ini terbilang cukup mahal dengan harga USD100 per kilogram.

Pengusir Nyamuk :
Cara 1 :
Diawali dengan mencincang kulit buah durian sehingga menjadi potongan-potongan kecil. Potongan kulit ditimbang 100 gram ditambah daging durian 50 gram, lalu dihaluskan dengan blender. Untuk pelarutnya digunakan alcohol 70% sebanyak 25 mililiter, dan air 100 mililiter.
Larutan yang diperoleh itu kemudian diperas menggunakan kain ayakan. Proses berikutnya, bekas obat nyamuk elektrik dicelupkan ke dalam larutan itu selama lebih kurang 5 menit, lalu diangkat dan dijemur selama 1 sampai 3 jam, atau hingga tampak kering. Dengan demikian, obat nyamuk ini sudah bisa digunakan.
Cara 2 :
Kumpulkan kulit durian, lalu jemurlah sampai kering. Bila sudah kering, bakarlah seperti membakar obat nyamuk, nyamuk dan lalat akan segera pergi. Namun cara ini hanya cocok untuk luar ruangan.

D U R I A N ( Bombaceae sp.)


1. SEJARAH SINGKAT

Durian merupakan tanaman buah berupa pohon. Sebutan durian diduga berasal dari istilah Melayu yaitu dari kata duri yang diberi akhiran -an sehingga menjadi durian. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri tajam. Tanaman durian berasal dari hutan Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan yang berupa tanaman liar. Penyebaran durian ke arah Barat adalah ke Thailand, Birma, India dan Pakistan. Buah durian sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad 7 M. Nama lain durian adalah duren (Jawa, Gayo), duriang (Manado), dulian (Toraja), rulen (Seram Timur).

2. JENIS TANAMAN

Tanaman durian termasuk famili Bombaceae sebangsa pohon kapuk-kapukan. Yang lazim disebut durian adalah tumbuhan dari marga (genus) Durio, Nesia, Lahia, Boschia dan Coelostegia. Ada puluhan durian yang diakui keunggulannya oleh Menteri Pertanian dan disebarluaskan kepada masyarakat untuk dikembangkan. Macam varietas durian tersebut adalah: durian sukun (Jawa Tengah), petruk (Jawa Tengah), sitokong (Betawi), simas (Bogor), sunan (Jepara), otong (Thailand), kani (Thailand), sidodol (Kalimantan Selatan), sijapang (Betawi) dan sihijau (Kalimantan Selatan).

3. MANFAAT TANAMAN

Manfaat durian selain sebagai makanan buah segar dan olahan lainnya, terdapat manfaat dari bagian lainnya, yaitu:

Tanamannya sebagai pencegah erosi di lahan-lahan yang miring.
Batangnya untuk bahan bangunan/perkakas rumah tangga. Kayu durian setaraf dengan kayu sengon sebab kayunya cenderung lurus.
Bijinya yang memiliki kandungan pati cukup tinggi, berpotensi sebagai alternatif pengganti makanan (dapat dibuat bubur yang dicampur daging buahnya).
Kulit dipakai sebagai bahan abu gosok yang bagus, dengan. cara dijemur sampai kering dan dibakar sampai hancur.
4. SENTRA PENANAMAN

Di Indonesia, tanaman durian terdapat di seluruh pelosok Jawa dan Sumatra. Sedangkan di Kalimantan dan Irian Jaya umumnya hanya terdapat di hutan, di sepanjang aliran sungai. Di dunia, tanaman durian tersebar ke seluruh Asia Tenggara, dari Sri Langka, India Selatan hingga New Guenea. Khusus di Asia Tenggara, durian diusahakan dalam bentuk perkebunan yang dipelihara intensif oleh negara Thailand.

Jumlah produksi durian di Filipina adalah 16.700 ton (2.030 ha), di Malaysia 262.000 ton (42.000 ha) dan di Thailand 444.500 ton (84.700 ha) pada tahun 1987-1988. Di Indonesia pada tahun yang sama menghasilkan 199.361 ton (41.284 ha) dan pada tahun 1990 menghasilkan 275.717 ton (45.372 ha).

5. SYARAT TUMBUH

5.1. Iklim

Curah hujan untuk tanaman durian maksimum 3000-3500 mm/tahun dan minimal 1500-3000 mm/tahun. Curah hujan merata sepanjang tahun, dengan kemarau 1-2 bulan sebelum berbunga lebih baik daripada hujan terus menerus.
Intensitas cahaya matahari yang dibutuhkan durian adalah 60-80%. Sewaktu masih kecil (baru ditanam di kebun), tanaman durian tidak tahan terik sinar matahari di musim kemarau, sehingga bibit harus dilindungi/dinaungi.
Tanaman durian cocok pada suhu rata-rata 20°C-30°C. Pada suhu 15°C durian dapat tumbuh tetapi pertumbuhan tidak optimal. Bila suhu mencapai 35°C daun akan terbakar.
5.2. Media Tanam

Tanaman durian menghendaki tanah yang subur (tanah yang kaya bahan organik). Partikel penyusunan tanah seimbang antara pasir liat dan debu sehingga mudah membentuk remah.
Tanah yang cocok untuk durian adalah jenis tanah grumosol dan ondosol. Tanah yang memiliki ciri-ciri warna hitam keabu-abuan kelam, struktur tanah lapisan atas bebutir-butir, sedangkan bagian bawah bergumpal, dan kemampuan mengikat air tinggi.
Derajat keasaman tanah yang dikehendaki tanaman durian adalah (pH) 5-7, dengan pH optimum 6-6,5.
Tanaman durian termasuk tanaman tahunan dengan perakaran dalam, maka membutuhkan kandungan air tanah dengan kedalam cukup, (50-150 cm) dan (150-200 cm). Jika kedalaman air tanah terlalu dangkal/ dalam, rasa buah tidak manis/tanaman akan kekeringan/akarnya busuk akibat selalu tergenang.
5.3. Ketinggian Tempat

Ketinggian tempat untuk bertanam durian tidak boleh lebih dari 800 m dpl. Tetapi ada juga tanaman durian yang cocok ditanam diberbagai ketinggian. Tanah yang berbukit/yang kemiringannya kurang dari 15 kurang praktis daripada lahan yang datar rata.

6. PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan

1) Persyaratan Benih

Biji untuk bibit dipilih dari biji yang memenuhi persyaratan:

Asli dari induknya.
Segar dan sudah tua.
Tidak kisut.
Tidak terserang hama dan penyakit.
2) Penyiapan Benih dan Bibit

Pernanyakatan tanaman durian dapat dilakukan melalui cara generatif (dengan biji) atau vegetatif (okulasi, penyusuan atau cxangkokan).

a) Pengadaan benih dengan cara generatif

Memilih biji-biji yang tulen/murni dilakukan dengan mencuci biji-biji dahulu agar daging buah yang menempel terlepas. Biji yang dipilih dikeringkan pada tempat terbuka, tidak terkena sinar matahari langsung. Penyimpanan diusahakan agar tidak berkecambah/rusak dan merosot daya tumbuhnya. Proses pemasakan biji dilakukan dengan baik (dengan cara diistirahatkan beberapa saat), dalam kurun waktu 2-3 minggu sesudah diambil dari buahnya. Setelah itu biji ditanam.

b) Pengadaan bibit dengan cara okulasi

Persyaratan biji durian yang akan diokulasi berasal dari biji yang sehat dan tua, dari tanaman induk yang sehat dan subur, sistem perakaran bagus dan produktif. Biji yang ditumbuhkan, dipilih yang pertumbuhannya sempurna. Setelah umur 8-10 bulan, dapat diokulasi, dengan cara:

Kulit batang bawah disayat, tepat di atas matanya (.... 1 cm). Dipilih mata tunas yang berjarak 20 cm dari permukaan tanah.
Sayatan dibuat melintang, kulit dikupas ke bawah sepanjang 2-3 cm sehingga mirip lidah.
Kulit yang mirip lidah dipotong menjadi 2/3-nya.
Sisipan “mata” yang diambil dari pohon induk untuk batang atas (disayat dibentuk perisai) diantara kulit. Setelah selesai dilakukan okulasi, 2 minggu kemudian di periksa apakah perisai mata tunas berwarna hijau atau tidak. Bila berwarna hijau, berarti okulasi berhasil, jika coklat, berarti okulasi gagal.
c) Penyusuan

1. Model tusuk/susuk

Tanaman calon batang atas dibelah setengah bagian menuju kearah pucuk. Panjang belahan antara 1-1,5 cm diukur dari pucuk. Tanaman calon batang bawah sebaiknya memiliki diameter sama dengan batang atasnya. Tajuk calon batang bawah dipotong dan dibuang, kemudian disayat sampai runcing. Bagian yang runcing disisipkan kebelahan calon batang atas yang telah dipersiapkan. Supaya calon batang bawah tidak mudah lepas, sambungannya harus diikat kuat-kuat dengan tali rafia.
Selama masa penyusuan batang yang disatukan tidak boleh bergeser. Sehingga, tanaman batang bawah harus disangga atau diikat pada tanaman induk (batang tanaman yang besar) supaya tidak goyah setelah dilakukan penyambungan. Susuan tersebut harus disiram agar tetap hidup. Biasanya, setelah 3-6 bulan tanaman tersebut bisa dipisahkan dari tanaman induknya, tergantung dari usia batang tanaman yang disusukan. Tanaman muda yang kayunya belum keras sudah bisa dipisahkan setelah 3 bulan. Penyambungan model tusuk atau susuk ini dapat lebih berhasil kalau diterapkan pada batang tanaman yang masih muda atau belum berkayu keras.
2. Model sayatan

Pilih calon batang bawah (bibit) dan calon batang atas dari pohon induk yang sudah berbuah dan besarnya sama.
Kedua batang tersebut disayat sedikit sampai bagian kayunya. Sayatan pada kedua batang tersebut diupayakan agar bentuk dan besarnya sama.
Setelah kedua batang tersebut disayat, kemudian kedua batang itu ditempel tepat pada sayatannya dan diikat sehingga keduanya akan tumbuh bersama-sama.
Setelah 2-3 minggu, sambungan tadi dapat dilihat hasilnya kalau batang atas dan batang bawah ternyata bisa tumbuh bersama-sama berarti penyusuan tersebut berhasil.
Kalau sambungan berhasil, pucuk batang bawah dipotong/dibuang, pucuk batang atas dibiarkan tumbuh subur. Kalau pertumbuhan pucuk batang atas sudah sempurna, pangkal batang atas juga dipotong.
Maka akan terjadi bibit durian yang batang bawahnya adalah tanaman biji, sedangkan batang atas dari ranting/cabang pohon durian dewasa.
d) Cangkokan

Batang durian yang dicangkok harus dipilih dari cabang tanaman yang sehat, subur, cukup usia, pernah berbuah, memiliki susunan percabangan yang rimbun, besar cabang tidak lebih besar daripada ibu jari (diameter=2–2,5 cm), kulit masih hijau kecoklatan. Waktu mencangkok adalah awal musim hujan sehingga terhindar dari kekeringan, atau pada musim kering, tetapi harus disiram secara rutin (2 kali sehari), pagi dan sore hari. Adapun tata cara mencangkok adalah sebagai berikut:

Pilih cabang durian sebesar ibu jari dan yang warna kulitnya masih hijau kecoklatan.
Sayap kulit cabang tersebut mengelilingi cabang sehingga kulitnya terlepas.
Bersihkan lendir dengan cara dikerok kemudian biarkan kering angin sampai dua hari.
Bagian bekas sayatan dibungkus dengan media cangkok (tanah, serabut gambut, mos). Jika menggunakan tanah tambahkan pupuk kandang/kompos perbandingan 1:1. Media cangkok dibungkus dengan plastik/sabut kelapa/bahan lain, kedua ujungnya diikat agar media tidak jatuh.
Sekitar 2-5 bulan, akar cangkokan akan keluar menembus pembungkus cangkokan. Jika akar sudah cukup banyak, cangkokan bisa dipotong dan ditanam di keranjang persemaian berisi media tanah yang subur.
3) Teknik Penyemaian dan Pemeliharaan

Bibit durian sebaiknya tidak ditanam langsung di lapangan, tetapi disemaikan terlebih dahulu ditempat persemaian. Biji durian yang sudah dibersihkan dari daging buah dikering-anginkan sampai kering tidak ada air yang menempel. Biji dikecambahkan dahulu sebelum ditanam di persemaian atau langsung ditanam di polibag. Caranya biji dideder di plastik/anyaman bambu/kotak, dengan media tanah dan pasir perbandingan 1:1 yang diaduk merata. Ketebalan lapisan tanah sekitar 2 kali besar biji (6-8 cm), kemudian media tanam tadi disiram tetapi (tidak boleh terlalu basah), suhu media diupayakan cukup lembab (20°C-23°C). Biji ditanam dengan posisi miring tertelungkup (bagian calon akar tunggang menempel ke tanah), dan sebagian masih kelihatan di atas permukaan tanah (3/4 bagian masih harus kelihatan). Jarak antara biji satu dengan lainnya adalah 2 cm membujur dan 4-5 cm melintang. Setelah biji dibenamkan, kemudian disemprot dengan larutan fungisida, kemudian kotak sebelah atas ditutup plastik supaya kelembabannya stabil. Setelah 2-3 minggu biji akan mengeluarkan akar dengan tudung akar langsung masuk ke dalam media yang panjangnya ± 3-5 cm. Saat itu tutup plastik sudah bisa dibuka. Selanjutnya, biji-biji yang sudah besar siap dibesarkan di persemaian pembesar atau polibag.

4) Pemindahan Bibit

Bibit yang akan ditanam di lapangan sebaiknya sudah tumbuh setinggi 75-150 cm atau berumur 7 - 9 bulan setelah diokulasi, kondisinya sehat dan pertumbuhannya bagus. Hal ini tercermin dari pertumbuhan batang yang kokoh, perakarannya banyak dan kuat, juga adanya helaian daun dekat pucuk tanaman yang telah menebal dan warnanya hijau tua.

6.2. Pengolahan Media Tanam

1) Persiapan

Penanaman durian, perlu perencanaan yang cermat. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah pengukuran pH tanah, analisis tanah, penetapan waktu/jadwal tanam, pengairan, penetapan luas areal penanaman, pengaturan volume produksi.

2) Pembukaan Lahan

Pembersihan dan pengolahan lahan dilakukan beberapa minggu sebelum penanaman bibit berlangsung. Batu-batu besar, alang-alang, pokok-pokok batang pohon sisa penebangan disingkirkan. Perlu dibersihkan dari tanaman liar yang akan menganggu pertumbuhan.

3) Pembentukan Bedengan

Tanah untuk bedengan pembesaran harus dicangkul dulu sedalam 30 cm hingga menjadi gembur, kemudian dicampur dengan pasir dan kompos yang sudah jadi. Untuk ukuran bedengan lebar 1 m panjang 2 m, diberi 5 kg pasir dan 5 kg pupuk kompos. Setelah tanah, pasir dan kompos tercampur merata dan dibiarkan selama 1 minggu. Pada saat itu juga tanah disemprot Vapan/Basamid untuk mencegah serangan jamur/bakteri pembusuk jamur. Di sekeliling bedengan, perlu dibuatkan saluran untuk penampung air. Jika bedengan sudah siap, biji yang telah tumbuh akarnya tadi segera ditanam dengan jarak tanam 20 x 30 cm. Penanaman biji durian dilakukan dengan cara dibuatkan lubang tanam sebesar biji dan kedalamannya sesuai dengan panjang akar masing-masing. Setelah biji tertanam semua, bagian permukaan bedengan ditaburi pasir yang dicampur dengan tanah halus (hasil ayakan) setebal 5 cm.

4) Pengapuran

Keadaan tanah yang kurang subur, misalnya tanah podzolik (merah kuning) dan latosol (merah-coklat-kuning), yang cenderung memiliki pH 5 - 6 dan penyusunannya kurang seimbang antara kandungan pasir, liat dan debu, dapat diatasi dengan pengapuran. Sebaiknya dilakukan menjelang musim kemarau, dengan kapur pertanian yang memiliki kadar CaCO3 sampai 90%. Dua sampai 4 minggu sebelum pengapuran, sebaiknya tanah dipupuk dulu dan dilsiram 4-5 kali. Untuk mencegah kekurangan unsur Mg dalam tanah, sebaiknya dua minggu setelah pengapuran, segera ditambah dolomit.

6.3. Teknik Penanaman

1) Penentuan Pola Tanaman

Jarak tanam sangat tergantung pada jenis dan kesuburan tanah, kultivar durian, serta sistem budidaya yang diterapkan. Untuk kultivar durian berumur genjah, jarak tanam: 10 m x 10 m. Sedangkan kultivar durian berumur sedang dan dalam jarak tanam 12 m x 12 m. Intensifikasi kebun durian, terutama waktu bibit durian masih kecil (berumur kurang dari 6 tahun), dapat diupayakan dengan budidaya tumpangsari. Berbagai budidaya tumpangsari yang biasa dilakukan yakni dengan tanaman horti (lombok, tomat, terong dan tanaman pangan: padi gogo, kedelai, kacang tanah dan ubi jalar.

2) Pembuatan Lubang Tanam

Pengolahan tanah terutama dilakukan di lubang yang akan digunakan untuk menanam bibit durian. Lubang tanam dipersiapkan 1 m x 1 m x 1 m. Saat menggali lubang, tanah galian dibagi menjadi dua. Sebelah atas dikumpulkan di kiri lubang, tanah galian sebelah bawah dikumpulkan di kanan lubang. Lubang tanam dibiarkan kering terangin-angin selama ± 1 minggu, lalu lubang tanam ditutup kembali. Tanah galian bagian atas lebih dahulu dimasukkan setelah dicampur pupuk kompos 35 kg/lubang, diikuti oleh tanah bagian bawah yang telah dicampur 35 kg pupuk kandang dan 1 kg fospat.

Untuk menghindari gangguan rayap, semut dan hama lainnya dapat dicampurkan insektisida butiran seperti Furadan 3 G. Selanjutnya lubang tanam diisi penuh sampai tampak membukit setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah. Tanah tidak perlu dipadatkan. Penutupan lubang sebaiknya dilakukan 7-15 hari sebelum penanaman bibit.

3) Cara Penanaman

Bibit yang akan ditanam di lapangan sebaiknya tumbuh 75-150 cm, kondisinya sehat, pertumbuhan bagus, yang tercermin dari batang yang kokoh dan perakaran yang banyak serta kuat.

Lubang tanam yang tertutup tanah digali kembali dengan ukuran yang lebih kecil, sebesar gumpalan tanah yang membungkus akar bibit durian. Setelah lubang tersedia, dilakukan penanaman dengan cara sebagai berikut :

Polybag/pembungkus bibit dilepas (sisinya digunting/diiris hati-hati)
Bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam sampai batas leher
Lubang ditutup dengan tanah galian. Pada sisi tanaman diberi ajir agar pertumbuhan tanaman tegak ke atas sesuai arah ajir.
Pangkal bibit ditutup rumput/jerami kering sebagai mulsa, lalu disiram air.
Di atas bibit dapat dibangun naungan dari rumbia atau bahan lain. Naungan ini sebagai pelindung agar tanaman tidak layu atau kering tersengat sinar matahari secara langsung.
6.4. Pemeliharaan Tanaman

1) Penjarangan dan Penyulaman

Penjarangan buah bertujuan untuk mencegah kematian durian agar tidak menghabiskan energinya untuk proses pembuahan. Penjarangan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, rasa buah, ukuran buah dan frekuensi pembuahan setiap tahunnya.

Penjarangan dilakukan bersamaan dengan proses pengguguran bunga, begitu gugur bunga selesai, besoknya harus dilakukan penjarangan (tidak boleh ditunda-tunda).

Penjarangan dapat dilakukan dengan menyemprotkan hormon tertentu (Auxin A), pada saat bunga atau bakal buah baru berumur sebulan. Pada saat itu sebagian bunga sudah terbuka dan sudah dibuahi. Ketika hormon disemprotkan, bunga yang telah dibuahi akan tetap meneruskan pembuahannya sedangkan bunga yang belum sempat dibuahi akan mati dengan sendirinya. Jumlah buah durian yang dijarangkan ± 50-60% dari seluruh buah yang ada.

2) Penyiangan

Untuk menghindari persaingan antara tanaman dan rumput disekeliling selama pertumbuhan, perlu dilakukan penyiangan (.... diameter 1 m dari pohon durian).

3) Pemangkasan/Perempelan

a) Akar durian

Pemotongan akar akan menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman sampai 40% selama ± 1 musim. Selama itu pula tanaman tidak dipangkas. Pemangkasan akar selain membuat tanaman menjadi cepat berbuah juga meningkatkan kualitas buah, menarik, buah lebih keras dan lebih tahan lama. Waktu pemotongan akar paling baik pada saat tanaman mulai berbunga, paling lambat 2 minggu setelah berbunga. Jika dilakukan melewati batas, hasil panen berkurang dan pertumbuhan terhambat. Cara pemotongan: kedua sisi barisan tanaman durian diiris sedalam 60-90 cm dan sejauh 1,5-2 meter dari pangkal batang.

b) Peremajaan

Tanaman yang sudah tua dan kurang produktif perlu diremajakan. Tanaman durian tidak harus dibongkar sampai ke akar-akarnya, tetapi cukup dilakukan pemangkasan. Luka pangkasan dibuat miring supaya air hujan tidak tertahan.Untuk mencegah terjadinya infeksi batang, bekas luka tersebut dapat diolesi meni atau ditempeli lilin parafin. Setelah 2-3 minggu dilakukan pemangkasan (di musim hujan) maka pada batang tersebut akan tumbuh tunas-tunas baru. Setelah tunas baru mencapai 2 bulan, tunas tersebut dapat diokulasi. Cara okulasi cabang sama dengan cara okulasi tanaman muda (bibit). Tinggi okulasi dari tanah ± 1 - 1,5 m atau 2 - 2,5 m tergantung pada pemotongan batang pokok. Pemotongan batang pokok tidak boleh terlalu dekat dengan tanah.

c) Pembentukan tanaman yang terlanjur tua

Dahan-dahan yang akan dibentuk tidak usah dililiti kawat, tetapi cukup dibanduli atau ditarik dan dipaksa ke bawah agar pertumbuhan tanaman tidak mengarah ke atas. Cabang yang akan dibentuk dibalut dengan kalep agar dahan tersebut tidak terluka. Balutan kalep tadi diberi tali, kemudian ditarik dan diikat dengan pasak. Dengan demikian, dahan yang tadinya tumbuh tegak ke atas akan tumbuh ke bawah mengarah horizontal.

4) Pemupukan

Sebelum melakukan pemupukan kita harus melihat keadaan tanah, kebutuhan tanaman akan pupuk dan unsur hara yang terkandung dalam tanah.

a) Cara memupuk

Pada tahap awal buatlah selokan melingkari tanaman. Garis tengah selokan disesuaikan dengan lebarnya tajuk pohon. Kedalaman selokan dibuat 20-30 cm. Tanah cangkulan disisihkan di pinggirnya. Sesudah pupuk disebarkan secara merata ke dalam selokan, tanah tadi dikembalikan untuk menutup selokan. Setelah itu tanah diratakan kembali, bila tanah dalam keadaan kering segera lakukan penyiraman.

b) Jenis dan dosis pemupukan

Jenis pupuk yang digunakan untuk memupuk durian adalah pupuk kandang, kompos, pupuk hijau serta pupuk buatan. Pemupukan yang tepat dapat membuat tanaman tumbuh subur. Setelah tiga bulan ditanam, durian membutuhkan pemupukan susulan NPK (15:15:15) 200 gr perpohon. Selanjutnya, pemupukan susulan dengan NPK itu dilakukan rutin setiap empat bulan sekali sampai tanaman berumur tiga tahun. Setahun sekali tanaman dipupuk dengan pupuk organik kompos/pupuk kandang 60-100 kg per pohon pada musim kemarau. Pemupukan dilakukan dengan cara. menggali lubang mengelilingi batang bawah di bawah mahkota tajuk paling luar dari tanaman. Tanaman durian yang telah berumur =3 tahun biasanya mulai membentuk batang dan tajuk. Setelah itu, setiap tahun durian membutuhkan tambahan 20–25% pupuk NPK dari dosis sebelumnya. Apabila pada tahun ke-3, durian diberi pupuk 500 gram NPK per pohon maka pada tahun ke-4 dosisnya menjadi 600-625 gram NPK per pohon. Kebutuhan pupuk kandang juga meningkat, berkisar antara 120-200 kg/pohon menjelang berbunga durian membutuhkan NPK 10:30:10. Pupuk ini ditebarkan pada saat tanaman selesai membentuk tunas baru (menjelang tanaman akan berbunga).

5) Pengairan dan Penyiraman

Durian membutuhkan banyak air pada pertumbuhannya, tapi tanah tidak boleh tergenang terlalu lama atau sampai terlalu basah. Bibit durian yang baru ditanam membutuhkan penyiraman satu kali sehari, terutama kalau bibit ditanam pada musim kemarau. Setelah tanaman berumur satu bulan, air tanaman dapat dikurangi sekitar tiga kali seminggu. Durian yang dikebunkan dengan skala luas mutlak membutuhkan tersedianya sumber air yang cukup. Dalam pengairan perlu dibuatkan saluran air drainase untuk menghindari air menggenangi bedengan tanaman.

6) Waktu Penyemprotan Pestisida

Untuk mendapatkan pertumbuhan bibit tanaman yang baik, setiap 2 minggu sekali bibit disemprot zat pengatur tumbuh Atonik dengan dosis 1 cc/liter air dan ditambah dengan Metalik dengan dosis 0,5 cc/liter air. Hal ini dilakukan untuk merangsang pertumbuhan tanaman agar lebih sempurna. Jenis insektisida yang digunakan adalah Basudin yang disemprot sesuai aturan yang ditetapkan dan berguna untuk pencegahan serangga. Untuk cendawan cukup melaburi batang dengan fungisida (contohnya Dithane atau Antracol) agar sehat. Lebih baik bila pada saat melakukan penanaman, batang durian dilaburi oleh fungisida tersebut.

7) Pemeliharan Lain

Pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) berfungsi mempengaruhi jaringan-jaringan pada berbagai organ tanaman. Zat ini sama sekali tidak memberikan unsur tambahan hara pada tanaman. ZPT dapat membuat tanaman menjadi lemah sehingga penggunannya harus disesuaikan dengan petunjuk pemakaian yang tertera pada label yang ada dalam kemasan, sebab pemakaian ZPT ini hanya dicampurkan saja.

7. HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama

Penggerek buah (Jawa : Gala-gala)
Ciri: telur diletakkan pada kulit buah dan dilindungi oleh jaring-jaring mirip rumah laba-laba. Larva yang telah menetas dari telur langsung menggerek dan melubangi dinding-dinding buah hingga masuk ke dalam. Larva tersebut tinggal di dalam buah sampai menjadi dewasa. Buah yang diserang kadang-kadang jatuh sebelum tua.
Penyebaran: serangga penggerek buah menyebar dengan cara terbang dari pohon durian yang satu ke pohon lainnya. Serangga penggerek buah ini bertelur pada buah durian yang dihinggapinya. Kegiatan bertelur ini dilakukan secara periodik setiap menjelang musim kemarau.
Pengendalian: dilakukan dengan insektisida, seperti Basudin, Sumithion 50 AC, Thiodan 35 EC, dengan dosis 2-3 cc/liter air.
Lebah mini
Ciri: hama ini berukuran kecil, tubuhnya berwarna coklat kehitaman dan sayapnya bergaris putih lebar. Setelah lebah menjadi merah violet, ukuran panjangnya menjadi 3,5 cm. Pada fase ulat (larva), hama ini menyerang daun-daun durian muda. Selama hama tersebut mengalami masa istirahat (bentuk kepompong), mereka akan menempel erat pada kulit buah. Setelah menjadi lebah serangga ini mencari makan dengan cara menggerek ranting-ranting muda dan memakan daun-daun muda.
Pengendalian: menggunakan parvasida, seperti Hostathion 40 EC (Triazofos 420 gram/liter), dan insektisida, seperti Supracide 40 EC dosis 420 gram/liter dan Temik 106 (Aldikarl 10%).
Ulat penggerek bunga (Prays citry)
Ulat ini menyerang tanaman yang baru berbunga, terutama bagian kuncup bunga dan calon buah.
Ciri: ulat ini warna tubuhnya hijau dan kepalanya merah coklat, setelah menjadi kupu-kupu berwarna merah sawo agak kecoklatan, abu-abu dan bertubuh langsing.
Gejala: kuncup bunga yang terserang akan rusak dan putiknya banyak yang berguguran. Demikian pula, benang sari dan tajuk bunganya pun rusak semua, sedangkan kuncup dan putik patah karena luka digerek ulat. Penularan ke tanaman lain dilakukan oleh kupu-kupu dari hama tersebut.
Pengendalian: dengan menyemprotkan obat-obatan seperti Supracide 40 EC, nuvacrom SWC, Perfekthion 400 EC (Eimetoat 400 gram/liter).
Kutu loncat durian
Ciri: serangga berwarna kecoklatan dan tubuhnya diselimuti benang-benang lilin putih hasil sekresi tubuhnya; bentuk tubuh, sayap dan tungkainya mirip dengan kutu loncat yang menyerang tanaman lamtoro.
Gejala: kutu loncat bergerombol menyerang pucuk daun yang masih muda dengan cara menghisap cairan pada tulang-tulang daun sehingga daun-daun akan kerdil dan pertumbuhannya terhambat; setelah menghisap cairan, kutu ini mengeluarkan cairan getah bening yang pekat rasanya manis dan merata ke seluruh permukaan daun sehingga mengundang semut-semut bergerombol.
Pengendalian: daun dan ranting-ranting yang terserang dipangkas untuk dimusnahkan. Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Supracide 40 EC dosis 100-150 gram/5 liter air.
7.2. Penyakit

Phytopthora parasitica dan Pythium complectens
Penyebab: Pythium complectens, yang menyerang bagian tanaman seperti daun, akar dan percabangan.
Penularan dan penyebab: penyakit ini menular dengan ke pohon lain yang berdekatan. Penularan terjadi bila ada akar yang terluka. Penularan terjadi bersama-sama dengan larutnya tanah atau bahan organik yang terangkut air.
Gejala: daun durian yang terserang menguning dan gugur mulai dari daun yang tua, cabang pohon kelihatan sakit dan ujung-ujungnya mati, diikuti dengan berkembangnya tunas-tunas dari cabang di bawahnya. Kulit di atas permukaan tanah menjadi coklat dan membusuk. Pembusukan pada akar hanya terbatas pada akar-akar sebelah bawah, tetapi dapat meluas dari ujung akar lateral sampai ke akar tunggang. Jika dilihat dari luar akar yang sakit tampak normal, tetapi jaringan kulitnya menjadi colat tua dan jaringan pembuluh menjadi merah jambu.
Pengendalian:
upayakan drainase yang baik agar tanah tidak terlalu basah dan air tidak mengalir ke permukaan tanah pada waktu hujan;
pohon yang sakit dibongkar sampai ke akarnya dan dibakar;
pilih bibit durian kerikil untuk batang bawah karena jenis ini lebioh tahan terhadap serangan jamur sehingga dapat terhindar dari serangan penyakit busuk.
Kanker bercak
Penyebab: Pythium palvimora, terutama menyerang bagian kulit batang dan kayu. Penyebaran oleh spora sembara bersamaan dengan butir-butir tanah atau bahan organik yang tersangkut air. Penyebaran penyakit ini dipacu oleh curah hujan yang tinggi dalam cuaca kering. Jamur dapat tumbuh dengan baik pada suhu antara 12-35°C.
Gejala: kulit batang durian yang terserang mengeluarkan blendok (gum) yang gelap; jaringan kulit berubah menjadi merah kelam, coklat tua atau hitam; bagian yang sakit dapat meluas ke dalam sampai ke kayu; daun-daun rontok dan ranting-ranting muda dari ujung mulai mati.
Pengendalian: (1) perbaikan drainase agar air hujan tidak mengalir dipermukaan tanah dan untuk batang yang sakit; (5) dilakukan dengan cara memotong kulit yang sakit sampai ke kayunya yang sehat dan potongan tanaman yang sakit harus dibakar, sedangkan bagian yang terluka diolesi fungisida, misalnya difolatan 4 F 3%.
Jamur upas
Gejala: pada cabang-cabang dan kulit kayu terdapat benang-benang jamur mengkilat seperti sarang laba-laba pada cabang-cabang. Jamur berkembang menjadi kerak berwarna merah jambu dan masuk ke dalam kulit dan kayu sehingga menyebabkan matinya cabang.
Pengendalian:
serangan jamur yang masih pada tingkat sarang laba-laba dapat dikendalikan dengan cara melumasi cabang yang terserang degan fungisida, misalnya calizin RM;
jika jamur sudah membentuk kerak merah jambu, sebaiknya dilakukan pemotongan cabang kira-kira lebih 30 cm ke bawah bagian yang berjamur;
dengan menyemprotkan Antrocol 70 WP (propineb 70,5%), dosis 100-200 gram/liter air atau 1-1,5 kg/ha aplikasi.
8. PANEN

8.1. Ciri dan Umur Panen

Pada umur sekitar 8 tahun, tanaman durian sudah mulai berbunga. Musim berbunga jatuh pada waktu kemarau, yakni bulan Juni-September sehingga bulan Oktober-Februari buah sudah dewasa dan siap dipetik. Panen durian diusahakan sebelum musim hujan tiba karena air hujan dapat merusak kualitas buah. Warna durian yang hampir masak agak berbeda-beda tergantung pada kultivarnya. Buah yang sudah masak umumnya ditandai dengan bau harum yang menyengat. Pada durian yang sudah masak bila diketuk duri atau buahnya akan terdengar dentang udara antara isi dan kulitnya.

8.2. Cara Panen

Buah durian yang sudah matang akan jatuh sendiri. Untuk menjaga agar buah tidak langsung jatuh, kira-kira sebulan sebelum matang buah dapat diikat dengan tali plastik. Tujuan pengikatan tersebut agar tangkai buah yang terlepas dari batang atau ranting pohon tetap menggantung pada tali sehingga buah durian tersebut dapat diambil dalam keadaan utuh. Buah durian dari pohon rendah dapat dipetik dengan menggunakan pisau tajam. Tangkai buah dipotong mulai dari bagian paling atas, ± 1,5 cm dari dahan. Pemotongan sebaiknya dilakukan dengan hati-hati karena di tempat ini terdapat bahan tunas yang akan berbunga pada musim berikutnya. Buah durian yang terletak pada bagian pohon yang tinggi sebaiknya dipetik dengan menggunakan alat bantu yang sesuai agar tidak jatuh ke tanah. Durian yang jatuh ke tanah biasanya retak, daging buahnya menjadi asam/pahit karena terjadi fermentasi pembentukan alkohol dan asam.

8.3. Prakiraan Produksi

Jumlah durian yang dapat dipanen dalam satu pohon adalah 60-70 butir perpohon pertahun dengan bobot rata-rata 2,7 kg. Apabila diinginkan jumlah buah yang lebih banyak lagi maka bobot buah akan turun.

9. PASCAPANEN

9.1. Pengumpulan

Di tempat pengumpulan setiap tangkai durian diberi label khusus atau dicat dengan warna tertentu untuk menunjukkan kebun asal durian. Bila kualitasnya kurang baik dapat diperbaiki pada tahun berikutnya.

9.2. Penyortiran dan Penggolongan

Hasil panen dikumpulkan, diseleksi dan dipilah-pilah berdasarkan ukuran. Seleksi perlu dilakukan agar tidak ada buah cacat yang ikut terkirim, terutama bila buah ini akan dijual atau diekspor.

9.3. Penyimpanan

Durian yang sudah terpilih dicuci dan disemprot dengan air agar kotoran yang menempel pada kulitnya menjadi bersih. Selanjutnya buah dicelupkan ke dalam air yang telah diberi fungisida Aliette 800 WP yang berbahan aktif Aluminium tris (Oethy/phosphonate) 22 cc/liter. Tujuan pencelupan ini adalah untuk menghindari serangan busuk buah yang disebabkan oleh jamur Phytophtora sp selama pemeraman dan transportasi. Lalu buah dikeringanginkan. Durian beserta petinya dimasukkan ke dalam gudang yang cukup mendatangkan penerangan.

9.4. Pengemasan dan Pengangkutan

Buah durian yang akan diekspor diberi perlakuan: setelah buah kering, buah dibungkus kantong plastik dan diikat dengan tali rafia Setiap kantung plastik berisi satu butir buah durian. Buah yang sudah dibungkus kantung plastik dibungkus lagi dengan kantung kertas semen. Setelah itu, dimasukkan ke dalam kotak karton setebal 3 mm. Setiap ungkus berisi 5-6 butir durian sehingga setiap kotak karton berisi 10-15 kg durian. Kotak ini dilekat dengan lakban (perekat plastik) tebal yang tidak mudah robek jika terkena gesekan. Teknologi pengemasan ini memperhatikan adanya lubang udara agar ada sirkulasi udara, tetapi juga ada lapisan plastik luar untuk menahan keluarnya bau, sehingga tidak ada kontak antar udara di dalam kotak pengepakan dengan udara luar maka jika di dalam ada durian yang matang baunya tidak tercium menyengat sampai keluar.

9.5. Penanganan Lain

Bila ingin menghasilkan durian beku untuk dipasarkan ke tempat yang jauh, maka dapat dilakukan cara pengepakan fakum udara, cara ini banyak dipakai oleh petani Thailand. Setelah dikupas kulitnya, durian dimasukkan ke dalam alat fakum udara selama 35-40 menit dengan suhu 40°C di bawah nol. Setelah itu, buah durian dimasukkan ke dalam plastik berukuran 300 gram dan diletakkan dalam kamar pendingin dengan suhu 18°C di bawah nol.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN

10.1. Analisis Usaha Budidaya

Perkiraan analisis usaha tani tanaman durian seluas 1 ha pada tahun 1998.

1) Biaya produksi

Tanah 1 ha @ m 2 x Rp. 15.000,- Rp. 15.000.000,-
Bibit :150 pohon @ Rp. 50.000,- Rp. 7.500.000,-
Pupuk
Pupuk kandang: 9500 kg @ Rp. 60,- Rp. 570.000,-
UREA: 1400 kg @ Rp. 1.600,- Rp. 2.240.000,-
TSP: 1400 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 2.100.000,-
KCl: 1400 kg @ Rp. 1.600,- Rp. 2.240.000,-
NPK: 1400 kg @ Rp. 2.800,- Rp. 3.920.000,-
Hormon/mineral: 70 liter @ Rp. 3.500,- Rp. 245.000,-
Obat dan pestisida
Insektisida: 150 liter @ Rp. 5.000,- Rp. 750.000,-
Fungisida: 150 liter @ Rp. 5.000,- Rp. 750.000,-
Alat dan bangunan
Bangunan dan sumur Rp. 2.500.000,-
Alat semprot: 2 unit @ Rp. 75.000,- Rp. 150.000,-
Cangkul: 2 buah @ Rp. 5.000,- Rp. 10.000,-
Sabit: 2 buah @ Rp. 3.500,- Rp. 7.000,-
Garpu: 2 buah @ Rp. 3.000,- Rp. 6.000,-
Golok: 2 buah @ Rp. 7.500,- Rp. 15.000,-
Gunting pangkas: 3 buah @ Rp. 5.000,- Rp. 15.000,-
Gergaji pangkas: 2 buah @ Rp. 6.000,- Rp. 12.000,-
Ember: 5 buah @ Rp. 3.000,- Rp. 15.000,-
Tenaga kerja tetap
Upah 5 bok 12 x 2 orang x Rp. 30.000,- Rp. 3.600.000,-
Pakaian 5 x Rp. 45.000,- Rp. 225.000,-
THR 5 x Rp. 25.000,- Rp. 125.000,-
Tenaga kerja lepas
Membuat lubang tanam 15 OH @ Rp. 3.000,- Rp. 45.000,-
Memupuk dan menanam 25 OH @ Rp. 3.000,- Rp. 75.000,-
Jumlah biaya produksi Rp. 42.115.000,-

2) Pendapatan

Tahun ke-5 produk ke 1 = 25/100 x 150 x 30 x Rp. 30.000= Rp. 33.750.000,-= Rp. 33.750.000 – Rp. 42.115.000 - Rp. 8.365.000,-
Tahun ke-6 produk ke 2 =25/100 x 150 x 60 x Rp. 30.000= Rp. 67.500.000,-= Rp. 67.500.000 – (Rp.8.365.000 + Rp. 16.765.000) - Rp. 42.370.000
Pada tahun ke-7 keuntungan sudah dapat menutupi investasi yang dikeluarkan
3) Investasi rata-rata/pohon: Rp. 175.096,66

10.2. Gambaran Peluang Agribisnis

Peluang bisnis durian sangat bagus. Untuk pasar luar negeri pada tahun 1983-1987 dikirim ke negara Taiwan, Singapura, Malaysia dan Hongkong. Dan pada tahun 1989 permintaan meningkat ke negara Prancis, Belanda, Brunei, australia, Saudi Arabia dan Jepang. Bahkan pada tahun 1999 di Jepang harga durian dapat mencapai 10.000 yen (Rp 700.000,-). Peluang pasar di Indonesia juga sangat bagus, harga durian berkualitas dapat mencapai Rp 30.000,-/kg. Sedangkan untuk buah durian dipasaran dan kualitasnya biasa-bisa saja mencapai Rp. 15.000,-/buah. Selama ini perdagangan durian lebih dikuasai oleh negara Thailand, hal ini disebabkan oleh mutu buah yang bagus. Padahal Indonesia dapat melakukan hal yang sama apabila mutu ditingkatkan. Bahkan Indonesia memiliki varietas yang beragam dan berbuah sepanjang tahun. Dengan penanganan yang profesional dan dibantu oleh kemudahan-kemudahan dari pemerintah durian Indonesia mampu menguasai pasar dunia.

11. STANDAR PRODUKSI

11.1. Ruang Lingkup

Standar produksi ini meliputi: klasifikasi dan syarat mutu, cara pengambilan contoh, cara uji, pengemasan dan syarat penandaan.

11.2. Diskripsi

Standar mutu buah durian di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-4482-1998.

11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu

Buah durian diklasifikasikan dalam 3 jenis mutu, yaitu Mutu I, Mutu II dan Mutu III.

Kerusakan: mutu I=tidak ada (bebas penyakit dan serangga); mutu II=tidak ada (bebas penyakit dan serangga); mutu III=tidak ada (bebas penyakit dan serangga).
Cacat: mutu I=tidak ada; mutu II=ada; mutu III=ada.
Rasa dan aroma: mutu I=baik sesuai kultivar; mutu II=baik sesuai kultivar; mutu III=baik sesuai kultivar.
Kekerasan daging: mutu I=keras/sedang; mutu II=keras/sedang; mutu III=keras/sedang.
Kesegaran buah: mutu I=segar; mutu II=segar; mutu III=segar.
Warna daging buah: mutu I=sesuai kultivar/kuning; mutu II=sesuai kultivar/kuning; mutu III=sesuai kultivar/kuning.
Kesegaman Kultivar: mutu I=seragam; mutu II=seragam; mutu III=seragam.
Perbandingan berat dengan biji: mutu I >2; mutu II >1; mutu III=boleh < 1.
Pengujian buah durian dilakukan berdasarkan pengamatan dari bentuk fisik dan visualisasi dari standar mutu yang ada.

11.4. Pengambilan Contoh

Satu partai/lot buah durian segar yang terdiri maksimum 1.000 kemasan atau 1000 buah, contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan atau jumlah buah dengan ketentuan sebagai berikut:

Jumlah buah/jumlah kemasan dalam partai/lot: 1–5, pengambilan contoh semua.
Jumlah buah/jumlah kemasan dalam partai/lot: 6–100, pengambilan contoh minimum 5.
Jumlah buah/jumlah kemasan dalam partai/lot: 101–300, pengambilan contoh minimum 7.
Jumlah buah/jumlah kemasan dalam partai/lot: 301–500, pengambilan contoh minimum 9.
Jumlah buah/jumlah kemasan dalam partai/lot: 501-1001, pengambilan contoh minimum 10.
Dari setiap kemasan yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga buah kemudian dicampur. Untuk kemasan dengan isi kurang dari tiga buah diambil satu buah.

Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat, yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut.

11.5. Pengemasan

Buah durian seyogyanya dikemas sesuai dengan pasar yang dituju. Untuk Pasar Eropa, Ameriak dan Kanada, disukai buah durian yang beratnya 2,5-3,5 kg/buah dan dikemas dengan kotak karton berkapasitas 10-12 kg. Untuk pasaran Hongkong dipilih buah durian yang beratnya 2-4 kg/buah dan dikemas dalam keranjang bambu berkapasitas 35-50 kg. Sedangkan untuk Malaysia dan Singapura atau pasar lokal dikehendaki buah durian dengan berat 2,0-5,0 kg/buah yang dikemas dalam keranjang bambu atau peti kayu, atau tanpa kemasan langsung ditumpuk ai atas bak truk. Label atau gantungan yang menyertai setiap kemasan harus mudah dilihat dan berisi informasi :

Dihasilkan di Indonesia.
Nama perusahaan/eksportir.
Nama kultivar durian.
Kelas mutu.
Jumlah buah dalam kemasan.
Berat kotor.
Berat bersih.
Identitas pembeli di tempat tujuan.
Tanggal panen.
Tanggal buah itu enak dimakan.
Tanggal buah itu tidak enak lagi dimakan.
Petunjuk cara penanganan (suhu, kelembaban) yang dianjurkan.

Wednesday, February 6, 2013

PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI


A.      PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA
1.       Janji Koiso
Pada tahun 1944 kedudukan Jepang semakin terdesak dalam Perang Asia Pasifik, sehingga Perdana Menteri Jepang Jenderal Koiso Kuniaki yang menggantikan Jenderal Hideki Tojo  pada bulan September 1944 berjanji bahwa Indonesia akan diberikan kemerdekaan kelak di kemudian hari. Janji kemerdekaan ini lebih dikenal dengan sebutan Deklarasi Koiso.

2.       BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai)
Pada tanggal 1 Maret 1945 dibentuk BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai). BPUPKI kemudian dilantik pada tanggal 29 April 1944 dengan ketua Radjiman Wedyodiningrat.
 BPUPKI bersidang 2 kali; sidang pertama tanggal 28 Mei - 1 Juni 1945 membicarakan dasar negara dan UUD, sedangkan sidang kedua tanggal 10-17 Juli 1945 membicarakan Batang Tubuh UUD 1945.

Sidang I (Pertama), 28 Mei s.d. 1 Juni 1945
Hari pertama, 28 Mei 1945 berbicara Muh. Yamin, hari kedua (29 Mei 1945) berbicara Mr. Soepomo dan pada hari ketiga (1 Juni 1945) Ir. Soekarno menyampaikan rancangan dasar negara yang diberi nama Pancasila. Tanggal 1 Juni 1945 disepakati istilah “Pancasila” untuk dasar negara Indonesia.
Dalam masa reses dibentuk Panitia Kecil (Panitia Sembilan) yang bersidang dan berhasil merumuskan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) pada tanggal 22 Juni 1945. Piagam Jakarta kemudian menjadi cikal bakal dari Pembukaan UUD 1945.

Sidang II (Kedua), 10-17 Juli 1945
Pada sidang kedua, Piagam Jakarta disepakati sebagai Pembukaan UUD 1945. kemudian berhasil dirumuskan Batang Tubuh UUD 1945 yang terdiri dari 16 Bab, 37 Pasal, 4 Pasal Aturan Peralihan dan 2 Ayat Aturan Tambahan.
Tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan.

3.       Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI (Dokuritsu Junbi Iinkai)
PPKI dibentuk untuk menggantikan tugas BPUPKI yang sudah selesai. PPKI dilantik di Dalath (Vietnam) oleh Marsekal Terauchi.

B.       PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA
1.       Peristiwa Rengasdengklok
Memasuki tahun 1945, kedudukan Jepang semakin terdesak dalam PD II. Tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 dua kota di Jepang; Hirosima dan Nagasaki dibom Sekutu.
Pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah kepada Sekutu. Sedangkan penyerahan kedaulatan sendiri baru dilakukan pada tanggal 2 September 1945 di atas kapal milik Amerika Serikat, USS Missouri yang sedang berlabuh di Teluk Tokyo.
Tanggal 9 Agustus 1945, 3 tokoh (Ir. Soekarno, Radjiman Wedyodiningrat dan Moh. Hatta) dipanggil Marsekal Terauchi ke Dalath (Vietnam). Di Vietnam dilakukan pelantikan PPKI dan pernyataan janji kerdekaan Jepang kepada Indonesia.

Kegiatan Para Pemuda di Jakarta
Pemuda pertama yang mengetahui berita kekalahan Jepang adalah Sutan Syahrir.  Sutan Syahrir bersama Moh. Hatta menemui Bung Karno untuk menyampaikan berita kekalahan Jepang, namun Bung Karno dan Moh. Hatta sepakat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak dapat diproklamasikan sebelum bermusyawarah dahulu dengan anggota PPKI yang akan mengadakan rapat di Hotel Des Indes (sekarang Hotel Duta Indonesia) tanggal 16 Agustus 1945.
Terdapat perbedaan pandangan antara golongan muda dengan golongan tua mengenai proklamasi.

No.
Uraian
Golongan Muda
Golongan Tua
1.
Waktu pelaksanaan
Secepatnya
Mengikuti tanggal yang sudah dijanjikan Jepang
2.
Lembaga yang akan mempersiapakan
Tidak disiapkan oleh PPKI
Disiapkan oleh PPKI

Karena perbedaan pendapat tersebut, para pemuda muda dipimpin Chairul Saleh mengadakan rapat di gedung Bakteorologi (sekarang Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Salemba-Jakarta). Mereka sepakat agar Bung Karno dan Moh. Hatta segera memproklamasikan kemedekaan.
Untuk melaksanakan keinginan tersebut, Wikana dan Darwis diutus menemui Bung Karno untuk meminta beliau segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 16 Agustus 1945. Namun mereka gagal meyakinkan Bung Karno.
Para pemuda kemudian mengadakan rapat kembali di gedung Baperpi, Jalan Cikini No. 71. Mereka memutuskan untuk membawa Bung Karno dan Moh. Hatta dari Jakarta dengan tujuan menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang.
Pada tanggal 16 Agustus 1945 sekitar jam 04.00 Soekarni, Yusuf Kunto dan Singgih membawa Sekarno, dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok.
Sementara itu di Jakarta; Ahmad Soebardjo (golongan tua) dengan Wikana dan Darwis (dari golongan muda) sepakat untuk membawa kembali Bung Karno dan Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Ahmad Soebardjo kemudian menyusul ke Rengasdengklok. Atas jaminan Ahmad Soebardjo, Bung Karno dan Moh. Hatta dibawa kembali ke Jakarta.

2.       Perumusan Teks roklamasi Kemerdekaan.
Sesampainya di Jakarta, Bung Karno menemui Mayjen Nishimura untuk menjajaki sikapnya mengenai pelaksanaan proklamasi. Nishimura tidak mengijinkan Bung Karno menyatakan kemerdekaan, karena Jepang telah ditugaskan oleh Sekutu untuk menjaga status quo oleh Sekutu.
Karena jaminan keamanan, perumusan teks proklamasi kemudian dilakukan di rumah kediaman Laksamana Maeda, Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta Pusat.
Bertindak sebagai perumus dari golongan tua, Ir. Soekarno, Ahmad Soebardjo dan Moh. Hatta. Sedangkan dari golongan  muda menyaksikan, BM. Diah, Soekarni dan Sudiro. Perumusan dilakukan di ruang makan, sedangkan yang lainnya menunggu di ruang tunggu.
Ir. Soekarno bertindak sebagai penulis naskah proklamasi, sedangkan Ahmad Soebardjo dan Drs. Moh. Hatta karena mereka memiliki  kemampuan berbahasa yang baik bertindak sebagai pemberi ide. Alinea pertama proklamasi diusulkan oleh Ahmad Soebardjo, sedangkan alinea kedua diusulkan Moh. Hatta. Setelah selesai dirumuskan, Bung Karno meminta Sayuti Melik untuk mengetik naskah yang sudah dikonsep.
Dalam proses pengetikan terdapat tiga perubahan yaitu sebagai berikut :
à         Kata “tempoh” menjadi ”tempo”.
à         Kalimat “wakil-wakil bangsa Indonesia” menjadi “atas nama bangsa Indonesia” dan
à         Tulisan “Djakarta, 17-8-05” menjadi “Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05”.
Moh. Hatta mengusulkan agar semua yang hadir menandatangani naskah proklamasi yang sudah ditik. Namun tidak disepakati oleh semua yang hadir. Atas usulan Soekarni kemudian disepakati bahwa teks proklamasi ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Moh. Hatta saja atas nama bangsa Indonesia.

3.       Pernyataan Proklamasi
Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilaksanakan di Lapangan IKADA/Ikatan Atletik Djakarta (sekarang Monas), namun karena alasan keamanan, agar tidak terjadi bentrokan dengan tentara Jepang  yang sudah menjaga Lapangan IKADA. Maka pembacaan proklamasi kemerdekaan dipindahkan ke rumah kediaman Ir. Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta.
Setelah semua pihak yang dianggap berkepentingan hadir, proses proklamasi dilaksanakan. Pukul 10.00 WIB, teks proklamasi dibacakan oleh Ir. Soekarno didampingi Moh. Hatta. Setelah pembacaan proklamasi, dilakukan pengibaran bendera Merah Putih oleh Latief Hendraningrat dan Suhud dengan diiringi lagu Indonesia Raya ciptaan W.R. Supratman. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Walikota Jakarta Suwiryo dan dr. Muwardi.

4.       Penyebarluasan Berita Proklamasi
Teks proklamasi dibawa Syahrudin, seorang wartawan Kantor Berita Domei yang kemudian diserahkan kepada Waidan B. Panelewen kepala Bagian Radio Kantor Berita Domei. Teks proklamasi kemudian dibacakan oleh F. Wuz.
Setelah Kantor Berita Domei ditutup, para pemuda dengan bekal peralatan sederhana mendirikan stasiun radio di jalan Menteng Raya No. 31. Dari stasiun inilah teks proklamasi disiarkan dan disebarluaskan terus ke seluruh Indonesia bahkan ke seluruh dunia.
Selain itu penyebarluasan berita proklamasi dilakukan melalui surat kabar, pamflet, poster, dan lain sebagainya.
Tokoh-tokoh yang berjasa dalam penyebarluasan beirta proklamasi antara lain M. Yusuf Ronodipuro, Syahrudin, Bachtiar Lubis dan Suprapto.
Harian Suara Asia Surabaya merupakan koran pertama yang memuat berita proklamasi, disusul Harian Cahaya Bandung yang memuat berita Pembukaan UUD 1945.

5.       Pembentukkan Kelengkapan Peerintahan dan Negara
Pada tanggal 18 Agustus 1945 dilakukan Sidang PPKI I (pertama) yang menghasilkan 3 keputusan penting, yaitu :
a.        Mengesahkan UUD Dasar 1945.
b.        Mentapkan Dasar Negara Pancasila.
c.        Memilih dan mengangkat Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI Pertama.
Pada tanggal 19 Agustus 1945 dilakukan Sidang PPKI II (kedua) yang menghasilkan keputusan :
a.       Menetapkan 12 Departemen dan 4 Menteri Negara
b.       Menentapkan pembagian wilayah Indonesia atas 8 propinsi.

Pada tanggal 2 September 1945 PPKI berhasil menentukan susunan kabinet (kementrian) yang terdiri dari 12 orang meteri yang memegang departemen dan 4 menteri negara. Selain itu berhasil ditentukan 8 orang gubernur untuk propinsi yang telah ditentukan dalam sidang PPKI II (19 Agustus 1945).
Pada tanggal 22 Agustus 1945 dilakukan Sidang PPKI III (ketiga) yang berhasil memutuskan beberapa hal yaitu :
a.       Pembentukkan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID).
b.       Pembentukkan Partai Nasional Indonesia (PNI).
c.        Pembentukkan Badan Keamanan Rakyat (BKR).
KNIP dibentuk dengan tugas pertama sebagai pembantu presiden. Terpilih sebagai Ketua KNIP Mr. Kasman Singodimedjo. Perkembangan selanjutnya, karena pada tanggal 2 september telah diumumkan susunan menteri (kabinet), maka pemerintah kemudian mengeluarkan Maklumat Pemerintah tanggal 16 Oktober 1945 yang berisi pemberian hak legislatif kepada KNIP. Maka sejak saat itu KNIP berubah fungsi sebagai badan legislatif (menggantikan tugas DPR/MPR) yang belum terbentuk. Selain itu atas dasar maklumat tersebut, menteri-menteri tidak lagi bertanggung jawab kepada Presiden melainkan kepada KNIP. Sehingga sistem pemerintahan Indonesia mengalami perubahan dari Kabinet Presidensil menjadi Kabinet Parlementer. Di sini bangsa Indonesia ingin menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia mampu membentuk sebuah pemerintahan yang demokratis.
Pembentukkan PNI mendapat proses karena dianggap kurang demokratis mempersiapkan pemilu hanya dengan satu partai. Akibat protes ini, Pemerintah mengeluarkan Maklumat tanggal 3 Nopember 1945 yang berisi tentang “Anjuran Pemerintah untuk Mendirikan Partai Politik”.
Sama halnya dengan pembentukkan PNI, pembentukkan BKR mendapat protes karena para pemuda tidak puas dengan adanya Badan Keamanan Rakyat. Mereka menginginkan agar Indonesia memiliki tentara sendiri. Maka pada tanggal 5 Oktober 1945 TKR dirubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang bermarkas di Yogyakarta. Terpilih sebagai Panglima TKR Supriyadi dan Kepala Staff Umum Oerip Soemohardjo. Namun karena Supriyadi belum diketahui nasibnya, kedudukannya kemudian digantikan oleh Kolonel Soedirman.

C.      DUKUNGAN SPONTAN & REAKSI RAKYAT INDONESIA DI BERBAGAI DAERAH
1.        Dukungan Spontan
a.      Pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono IX (5 September 1945)
Tanggal 5 September 1945 Sri Sultan Hamengkubuwono IX menyatakan bahwa Yogyakarta merupakan daerah istimewa yang berada di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

b.      Rapat Raksasa di Lapangan IKADA (19 September 1945)
Diprakarsai oleh para pemuda yang tergabung dalam Komite Van Aksi yang beralamat di Jalan Menteng Raya No. 31, Di Lapangan IKADA diadakan rapat raksasa dengan tujuan untuk menegakkan kedaulatan RI terhadap keberadaan tentara asing (terutama Jepang) yang masih berada di Jakarta.
Dalam rapat tersebut ribuan rakyat berkumpul dari sekitar Jabotabek dengan dijaga ketat oleh tentara Jepang. Dalam pidatonya, Ir. Soekanro meminta rakyat untuk memberikan dukungan terhadap pemerintah, mematuhi segala kebijakan pemerintah dan memerintahkan rakyat untuk meninggalkan lapangan IKADA dengan tertib sambil menunggu perintah selanjutnya dalam keadaan siap siaga.


2.        Reaksi Rakyat Indonesia di Berbagai Daerah
Reaksi rakyat Indonesia di berbagai daerah dilakukan dalam rangka menyebarluasakan, memberikan dukungan dan menegakkan kedaulatan atas Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah terbentuk.
Reaksi rakyat Indonesia di berbagai daerah tersebut antara lain :
a.        Di Jakarta, para pemuda mengambil alih kekuasaan atas gedung-gedung dan sarana vital yang sebelumnya dikuasai tentara Jepang.
b.        Di Surabaya, terjadi perebutan senjata di gudang mesiu Don Bosco. Selain itu terjadi pula perebutan markas-markas tentara Jepang dan pabrik-pabrik di seluruh kota.
c.        Di Yogyakarta, para pegawai di instansi pemerintah dan perusahaan-perusahaan yang dikuasai Jepang melaukan aksi mogok. Tanggal 27 September 1945 Komite Nasional Indonesia Daerah Yogyakarta mengumumkan berdirinya Republik Indonesia di Yogyakarta. Beberapa hari kemudian para pemuda dan BKR bergabung menyerbu tangsi Jepang dan melucuti senjatanya.
d.        Di Semarang, tanggal 15-20 Oktober 1945 terjadi Pertempuan Lima Hari. Insiden bermula ketika dr. Karyadi yang sedang memeriksa cadangan air minum di daerah Candi dibunuh oleh tentara Jepang. Untuk mengenang peristiwa ini dibangun Monumen Tugu Muda.
e.        Di Bandung, terjadi perebutan Lapangan Udara Andir (sekarang Lapangan Udara Husein Sastranegara) dan pabrik senjatanya.
f.         Di Ujungpandang, Gubernur Sulawesi Dr. Sam Ratulangie menyusun pemerintahan pada tanggal 19 Agustus 1945. Para pemuda mendukungnya dengan cara merebut gedung-gedung vital, seperti stasiun radio dan tangsi polisi. Di tempat lain, para pemuda di Gorontalo berhasil merebut senjata dari markas-markas tentara Jepang tanggal 13 September 1945.
g.        Di Bali, para pemuda dalam organisasi Pemuda Republik Indonesia (PRI) berusaha menegakkan kedaulatan RI. Mereka melakukan perundingan dengan pihak Jepang. Namun karena Jepang tidak menanggapinya, pada tanggal 13 Desember 1945 secara serentak para pemuda melakukan penyerangan terhadap kedudukan Jepang.
h.        Di Aceh, 6 Oktober 1945 para pemuda dan tokoh masyarakat membentuk Angkatan Pemuda Indonesia (API) dipimpin Ahmad Taher. Kemudian para pemuda mengambil alih kantor-kantor pemerintah Jepang dan melucuti senjatanya.
i.          Di Sumatera Selatan, dipimpin oleh A.K. Gani, rakyat mengadakan upacara pengibaran bendera Merah Putih pada tanggal 8 Oktober 1945.

Sunday, February 3, 2013

Penyebarluasan Berita Kemerdekaan Indonesia


IPS Sejarah
Pentingnya penyebaran berita kemerdekaan Indonesia telah disadari sejak teks proklamasi kemerdekaan selesai dirumuskan. Kalangan yang berperan dalam penyebarluasan berita itu antara lain para pemuda dan pegawai kantor berita Domei.
.
◊     Kegiatan Para Pemuda
Setelah selesai perumusan teks proklamasi, Soekarno berpesan kepada para pemuda untuk memperbanyak teks proklamasi dan menyiarkannya ke berbagai tempat. Untuk menjalankan tugas itu, para pemuda membagi pekerjaan dalam kelompok-kelompok agar berita proklamasi bisa lebih cepat sampai pada masyarakat. Ada kelompok yang bertugas untuk menyebarluasakan berita proklamasi dalam bentuk tulisan, adapula yang menyebarluaskannya dari mulut ke mulut secara beranting.
Salah satu kelompok yang terkemuka adalah kelompok Sukarni, yang bermarkas di Jalan Bogor Lama (sekarang Jalan Dr. Sahardjo). Dini hari tanggal 17 Agustus 1945kelompok tersebut mengadakan rapat rahasia di Kepu (Kemayoran), kemudian pindah ke Defensielijn van den Bosch (sekarang Jalan Bungur Besar) untuk mengatur cara penyiaran proklamasi.
Para pemuda memanfaatkan semua media komunikasi yang ada untuk menyebarluaskan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia. Media komunikasi yang banyak digunakan adalah pamflet dan surat kabar. sejumlah pamflet besar disebarkan ke berbagai penjuru kota. Pamflet itu juga dipasang di tempat-tempat strategis yang mudah dilihat khalayak ramai. Pada tanggal 20 Agustus 1945, secara serempak surat kabar diseluruh Jawa memuat berita tentang proklamasi kemerdekaan.
Selain menggunakan media komunikasi, penyebarluasan berita proklamasi kemerdekaan juga menggunakan pengerahan massa dan penyampaian dari mulut ke mulut. Keampuhan cara itu terbukti dari berdatangannya masyarakat ke lapangan Ikada untuk mendengarkan pembacaan proklamasi kemerdekaan, meskipun ternyata tidak dilakukan di tempat itu.
Sejumlah surat kabar yang menyebarluaskan kemerdekaan indonesia dan UUD 1945
.
◊     Kegiatan Pegawai Kantor Berita Domei
Menjelang sore hari, tanggal 17 Agustus 1945, wartawan kantor berita Domei yang bernama Syahruddin menyampaikan fotokopi teks proklamasi kepada Waidan B. Palenewen kepala bagian radio.Segera ia memerintahkan kepada markonis (petugas telekomunikasi) F. Wuz untuk menyiarkan berita proklamasi sebanyak 3 kali berturut-turut.
Penyiaran baru dapat dilaksanakan sebanyak 2 kali saat tentara Jepang memerintahkan agar penyiaran dihentikan. Namun, Waidan B. Palenewen tetap memerintahkan markonis untuk terus menyiarkan. Bahkan, penyiaran terus diulangi setiap 30 menit sampai saat siaran berakhir pada pukul 16.00.
Untuk menghalangi penyebarluasan berita proklamasi, pimpinan bala tentara Jepang di Jawa memerintahkan untuk meralat berita proklamasi sebagai suatu kekeliruan. Tindakan selanjutnya adalah menyegel kantor berita Domei, pada tanggal20 Agustus 1945. Para pegawainya dilarang masuk.
Tindakan Jepang itu tidak menyurutkan tekad para pegawai kantor berita Domei untuk menyebarluaskan berita proklamasi. Dengan bantuan sejumlah teknisi radio, mereka berupaya membuat pemancar baru. Peralatan pemancar yang dibutuhkan diambil bagian demi bagian dari kantor berita Domei. Sebagian dibawa ke rumah Waidan B. Palenewen, sebagian lagi ke Menteng 31. Akhirnya, berdirilah pemancar baru di Menteng 31 dengan kode panggilan DJK I. Dari pemancar itulah, berita proklamasi terus-menerus disiarkan.
.
Terima kasih… Semoga bermanfaat… :)

Sumber : http://www.materisekolah.com/penyebarluasan-berita-kemerdekaan-indonesia/#ixzz2JqKeBzIH